Dirut Bank BTN dan Dewan Penasihat Yayasan PenaMas Mulia Tinjau Baksos Pengobatan Gratis Warga Kapasan
LaporanPada hari Jumat 8 September 2023 lalu, Yayasan PenaMas Mulia dan Bank BTN menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga di Balai RW 5, Jl. Kapasan I, Surabaya. Hadir pada kegiatan ini Penasehat Yayasan PenaMas Mulia Totok Lusida dan Dirut Bank BTN Nixon L.T. Napitupulu, Lurah Kapasari Ridzotullahmad Nurchakim, dan Ketua RW 5 Kapasari Suryo Prabowo. Sekitar 200 warga Kelurahan Kapasari datang melakukan pemeriksaan kesehatan, cek gula darah, dan konsultasi obat. Pada kesempatan ini diserahkan kursi roda pada Ibu Supiatun (70 tahun) salah satu warga RT 14 yang membutuhkan kursi roda tersebut. Dalam sambutannya, Nixon mengatakan bahwa masih banyak akses terhadap fasilitas kesehatan yang belum bisa dijangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu kami tergerak mendukung kegiatan sosial ini sebagai salah satu program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank BTN. Menurut Totok Lusida, kapasitas warga dilayani sejumlah 200 karena menyesuaikan ketersediaan tenaga kesehatan yang ada, baik dokter maupun apoteker. Bila sekiranya dibutuhkan untuk melayani warga yang belum mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis pada kesempatan ini, maka akan dikondisikan lagi penyelenggaraannya. Sebagai catatan, baksos dari Yayasan PenaMas dan Bank BTN kali ini merupakan titik kedua dari rangkaian kegiatan yang diadakan sebanyak 13 lokasi di Surabaya dan Sidoarjo yang akan diadakan hingga akhir tahun 2023.
Publikasi Terkini
Ora et Labora. Selalu Berdoa dan Berusaha
Ora et labora adalah salah satu frasa bahasa latin yang artinya adalah berdoa dan berusaha. Frasa itu menjadi moto hidup Bernadetha Aurelia Enjelin Renata Teme, salah satu alumni anak asuh Yayasan Penamas Mulia yang kini berkecimpung di dunia pendidikan sebagai Guru Bahasa Inggris di SD YPPI I Surabaya. “Dengan berdoa dan berusaha, Tuhan akan membuka jalan untuk kita,” tegasnya ketika berbincang melalui whatsapp dengan sekretariat Yayasan Penamas Mulia pada awal Agustus 2026 lalu. Embrio cita-cita Renata menjadi guru terinspirasi oleh Kepala Sekolah SDK ST. Mikael Surabaya Sr. Maria Stefani, PRR. “Sebelumnya sempat punya cita-cita jadi dokter dan suster biarawati. Sr. Maria Stefani yang baik, keibuan dan sering membantu siswa siswi dari keluarga kurang mampu menjadi role model agar menjadi perpanjangan tangan Tuhan di masyarakat. Beliau juga membantu saya untuk melanjutkan pendidikan ke SMPK Santo Mikael,” kenang Renata mengawali sharing alumni program anak asuh Penamas Mulia. Sejak SMP, sulung dari dua bersaudara ini mulai berpikir untuk ikut meringankan tanggung jawab orang tuanya. “Sejak beberapa tahun sebelumnya, mama sebagai single parent membesarkan kami. Itu menjadi motivasi saya untuk giat belajar. Saya berpikir dengan nilai akademik yang tinggi bisa memperbesar peluang untuk mendapatkan beasiswa.” Walau aktif sebagai Ketua OSIS 2 periode dan pelayanan di Gereja, baik sebagai lektor, pemazmur, organis, hingga pendamping Bina Iman Anak Katolik (BIAK); Renata selalu mendapatkan rangking 1 pada setiap kenaikan kelas. “Non, nanti kamu masuk SMA tahun depan ya? Karena adik tahun ini masuk SMP,” merupakan ucapan mama yang melecut semangat Renata mendapatkan beasiswa. Tidak lama kemudian, sekitar Mei 2015 Renata mendapatkan info ada program beasiswa Anak Asuh Yayasan PenaMas Mulia. Dalam 1 kelas, ada 5 siswa yang terpilih untuk ikut test seleksi. Dari proses seleksi tersebut nantinya dipilih 1 siswa yang akan mendapatkan beasiswa. Sebagaimana moto hidup Ora et Labora, Renata menjalani proses seleksi dengan penuh semangat disertai dengan mendaraskan Doa Novena Tiga Salam Maria. “Pada hari terakhir menjalani Doa Novena, saya mendapatkan pengumuman terpilih mendapatkan beasiswa Anak Asuh jenjang SMA/SMK. Singkat cerita, saya memilih melanjutkan ke SMA ST. Louis 2”. Cita-cita Renata menjadi guru dan minatnya pada dunia pendidikan kembali muncul dan semakin terasah saat kelas 2 SMA. “Pada waktu itu saya sering belajar bersama teman-teman sekolah. Juga sharing pengetahuan dan mengajar ke beberapa teman. Ada kepuasan tersendiri jika teman belajar bersama semakin menguasai pelajaran tersebut,” kenangnya. Lulus SMA, Renata tidak langsung melanjutkan kuliah. “Saya memutuskan untuk kerja dulu, agar bisa bantu mama. Pertama kerja sebagai admin di toko aluminium, cuma sekitar 4 bulan. Hingga ada lowongan kerja sebagai tata usaha di yayasan yang bergerak pada bidang pendidikan milik Keuskupan Surabaya. Saya memilih mendaftar di sana karena memang memiliki minat pada dunia pendidikan.” “Karena pekerjaan sudah sesuai dengan passion, saya mulai berpikir untuk nyambi kuliah. Setelah mencari informasi sana-sini supaya bisa kuliah, puji Tuhan saya mendapatkan bantuan dari Keuskupan Surabaya untuk uang masuk/uang gedung. Tahun 2019 saya mendaftar masuk ke Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma,” kata Renata. Setelah lulus kuliah jenjang S1, selama dua tahun ia berkarya sebagai guru wali kelas bilingual di SDK St. Lorent Surabaya. Pada pertengahan 2025 lalu mulai mengajar Bahasa Inggris di SD YPPI 1, linier dengan dapodiknya sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Inggris. Walau bisa dibilang telah menggapai cita-citanya sebagai guru, Renata masih berniat untuk mengembangkan diri. “Rencana mau lanjut kuliah S2 jurusan Pendidikan SD. Mudah-mudahan Tuhan berkenan.” Ketika ditanya mengenai harapannya, Renata berharap agar akses pendidikan berkualitas di Indonesia merata dan bisa menjadi sarana bagi generasi muda mencapai cita-citanya. Pada akhir obrolan, Renata mengucapkan terima kasih kepada Yayasan PenaMas Mulia yang telah membantu selama jenjang SMA. “Untuk adik-adik peserta program anak asuh. Manfaatkan dengan baik kesempatan pendidikan yang telah diperoleh untuk mewujudkan cita-cita. Tetap rajin belajar dan berdoa. Sekali lagi, Ora et Labora.”
Fokus dan Disiplin demi Kemajuan UMKM
Pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bersama dapat diwujudkan perkembangan UMKM. Pada tahun 2023, kontribusi UMKM pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 61% atau Rp. 9.580 triliun. Ini membuat UMKM menjadi perhatian pemerintah,” ungkap tokoh pengusaha dan Penasihat Yayasan PenaMas Mulia Totok Lusida pada Talkshow Sociopreneur di Paroki Santo Yohanes Pemandi, Surabaya, Minggu pagi 28 Agustus 2023. Di depan 75 peserta yang sebagian besar adalah wirausaha UMKM, Totok menjelaskan bahwa pemerintah pada berbagai lini telah menginisiasi berbagai program untuk mendukung kemajuan UMKM. Baik melalui pelatihan produksi, pelatihan manajemen, akses pemasaran, pemodalan, perijinan, hingga sertifikasi halal. "Pemerintah daerah melalui Bank Jatim, Bank UMKM, Bank Suroboyo memberikan bantuan pemodalan bunga lunak sesuai kapasitas usaha pada wirausaha UMKM. Dulu saya pun waktu mengawali proyek properti di Werungotok, Nganjuk juga mendapatkan pinjaman pemodalan dari BTN," lanjutnya Kepada para peserta, Totok menyarankan agar dalam menjalankan usaha, kita selalu ulet, fokus, disiplin, disertai doa. "Fokus dalam artian kita jangan mudah mendengarkan omongan orang lain. Belum apa-apa sudah menjalankan usaha yang lain. Jalani satu dulu sampai berhasil, baru diversifikasi atau membangun yang lain." "Disiplin berarti kita menggunakan bantuan pemodalan benar-benar untuk usaha. Bukan untuk membeli barang-barang konsumtif. Disiplin juga berarti kita membayar PBB, tidak ada tunggakan PLN, PDAM, dan sebagainya. Hal-ini juga merupakan variabel penentu untuk mendapatkan bantuan dari program pemerintah," tegasnya.
Maria Alvira Ua raih 2 gelar Juara I Making Bed Competition
Pada 18 November 2024 lalu, Maria Alvira Ua salah satu anak asuh Yayasan PenaMas Mulia meraih juara I Making Bed Competition yang diadakan oleh The Alana Hotel, Malang. Prestasi ini merupakan kali kedua selama tahun 2024. Sebelumnya Ira, panggilan akrab siswi kelas 3 Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Cor Jesu Malang ini juga meraih juara I pada kompetisi Making Bed yang diadakan oleh Jurusan Manajemen Perhotelan Universitas Airlangga Surabaya pada 10 Agustus 2024. “Infomasi mengenai lomba ini saya dapatkan dari guru pelajaran housekeeping. Saya mengikuti lomba making bed ini karena memang suka dengan kerapian,” ujar Ira kepada pengurus Yayasan PenaMas Mulia melalui obrolan via whattsapp. Sebagai catatan, making bed merupakan teknik merapikan atau mempersiapkan tempat tidur hotel. Beberapa aspek yang harus diperhatikan adalah kebersihan, kerapian, keindahan, ketelitian, dan kenyamanan. Tentu saja pengerjaannya harus sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang telah ditetapkan oleh masing-masing hotel. “Dalam mengikuti lomba ini, saya mendapat pengetahuan, pengalaman dan teman-teman baru. Dari hasil yang diraih, tentu menambah rasa percaya diri,” tegas siswi asal Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bercita-cita menjadi hotelier atau profesional pada bidang perhotelan.
Yayasan Penamas Mulia Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis bagi Warga Kampung Peneleh Surabaya
Yayasan Penamas Mulia menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di kampung Peneleh Surabaya, Senin (4/9/2023). Lebih dari 250 warga antusias mengikuti kegiatan ini.
Sejumlah tokoh tampak hadir dalam kegiatan ini, seperti Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida dan juga tokoh penggerak kesehatan bagi masyarakat tak mampu Surabaya yaitu dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes.
Sebagai wujud perhatian keduanya membantu masyarakat tak mampu untuk memeriksaan kesehatan, terutama masyarakat lanjut usia yang kerap terkendala mobilitas dan biaya untuk memeriksakan kesehatan.
"Ini adalah kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis. Masyarakat bisa konsultasi kesehatan dan periksa lab secara gratis, tanpa perlu khawatir tentang biaya," kata Totok Lusida selaku Pengurus Yayasan Penamas Mulia yang juga caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil Surabaya Sidoarjo ini.
Kegiatan ini juga sekaligus diinisiasi untuk mendukung program PSI yang memperjuangkan BPJS Gratis bagi masyarakat Indonesia. Sebab menurut Totok, layanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Jika BPJS terwujud, maka menurut Totok, tidak akan ada lagi masyarakat yang harus menahan sakit lantaran tidak bisa menanggung biaya pengobatan di rumah sakit.
"Meski begitu, dalam kegiatan ini kita pure untuk memberi layanan kesehatan. Mereka tidak kita paksa agar nanti pilih PSI atau pilih saya. Kami bebaskan yang penting nanti saat pemungutan suara turut hadir dan menyalurkan suaranya," tegas Totok.
Kegiatan bakti sosial ini tidak akan berhenti untuk dilakukan di kampung Peneleh Kota Surabaya saja. Melainkan di daerah lain di Surabaya dengan sasaran yang lebih luas.Bahkan juga ada rencana untuk turut dilaksanakan di Sidoarjo."Kita bersyukur bahwa kegiatan ini masyarakat sangat antusias. Itu berarti memang warga masyarakat butuh layanan kesehatan gratis," pungkasnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dr Michael yang mengatakan bahwa awalnya target peserta dalam kegiatan ini adalah 200 orang. Namun ternyata pesertanya membludak hingga 250 lebih orang warga RW 15 Kelurahan Peneleh atau yang kerap disebut kampung Langgar Duwur ini.
"Hari ini masyarakat bisa mendapatkan layanan pengobatan gratis untuk pemeriksaan telinga, dan juga mata. Selain itu masyarakat juga bisa cek lab khususnya adalah cek gula," tegasnya. Ditegaskannya pemeriksaan ini akan berlanjut secara berkala. Dengan dibantu oleh tim solidaritas muda, mereka akan menggelar pemeriksaan serupa beberapa waktu ke depan.
"Dengan melakukan kegiatan jemput bola seperti ini kami berharap kualitas kesehatan warga Surabaya akan meningkat, terutama lansia. Karena mereka kerap kesulitas untuk menjangkau layanan kesehatan baik karena biaya ataupun kondisi," pungkas dokter Michael yang juga caleg DPRD Kota Surabaya dari PSI ini.
Faridah Firdiah, warga kampung Peneleh manyampaikan terima kasih pada Yayasan Pena dan PSI yang menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini harus digelar rutin, karena kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat adalah keharusan.
"Tentu kami berterima kasih. Terutama bagi kami lansia. Kami kadang takut periksa kesehatan karena takut bayar mahal. Belum ke rumah sakit karena tidak ada yang mengantar. Kalau pemeriksaannhya di kampung kan enak dekat tinggal jalan dari rumah," kata Faridah.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Yayasan Penamas Mulia Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis bagi Warga Kampung Peneleh Surabaya, https://surabaya.tribunnews.com/2023/09/04/yayasan-penamas-mulia-gelar-bakti-sosial-pengobatan-gratis-bagi-warga-kampung-peneleh-surabaya?page=2.#goog_rewarded.
Penulis: Fatimatuz Zahro. Editor: irwan sy.
Bank BTN Bekerja Sama Dengan Yayasan Penamas Mulia Beri Pengobatan Gratis di Surabaya
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), atau Bank BTN, bekerja sama dengan Yayasan Penamas Mulia menyelenggarakan bakti sosial pengobatan gratis di Kelurahan Kepasari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/9/2023).
Kegiatan pengobatan gratis pada 10 titik lokasi dengan target setiap titik melayani 200 orang itu, merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN untuk tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat salah satunya dalam bidang kesehatan.
Artikel ini telah tayang di emitennews.com dengan judul Bank BTN Bekerja Sama Dengan Yayasan Penamas Mulia Beri Pengobatan Gratis di Surabaya, https://www.emitennews.com/news/bank-btn-bekerja-sama-dengan-yayasan-penamas-mulia-beri-pengobatan-gratis-di-surabaya
Penulis: Muhammad Nagtsir